Sukses dengan 10.000 Jam

27 Feb

Kupikir, ketika aku sudah menetapkan tujuan-tujuan yang akan kuraih dalam hidup, dan memutuskan untuk berkomitmen untuk itu, mendadak aku menyadari bahwa betapa sedikitnya waktu yang kumiliki dalam sehari. Dan yang lebih membuat sedih, betapa lebih sedikitnya waktu yang telah kuinvestasikan untuk mendekatkan diriku pada tujuan-tujuan tersebut sejauh ini.

Mengapa aku berpikir demikian? Aku mendasarkan pikiran ini pada teori “10.ooo hours rule”, atau “aturan 10.000 jam”. Pada dasarnya, teori ini menyebutkan bahwa agar seseorang dapat disebut sebagai seorang expert, sedikitnya dia harus menghabiskan waktu sebanyak tak kurang 10.000 jam untuk berlatih.

Sekilas Tentang 10.000 Jam

Sekarang marilah kita ambil contoh. Sebut saja salah satu tujuanku adalah menjadi seorang pengusaha sukses, mendirikan perusahaan sendiri, dan memiliki pendapatan sekian puluh juta dalam sebulan. Dan katakanlah tujuanku itu ingin kucapai dalam 10 tahun ke depan. Cukup lama?

Mari kita tinjau dari sisi aturan 10.000 jam. Bila 10.000 jam dibagi dalam 10 tahun, akan terdapat 1.000 jam di setiap tahun. Seribu jam dibagi dalam 365 hari dalam setahun, berarti sekitar 3 jam sehari. Artinya, untuk mencapai sasaranku dalam 10 tahun ke depan, aku harus menyisihkan waktu selama 3 jam setiap hari untuk mengejar capaian ini. Mungkin tampak relatif mudah bagi orang-orang yang memang berprofesi di bidang perniagaan, mulai dari pedagang asongan di jalanan hingga para mompreneur yang membuka olshop di rumah. Namun bagi saya yang tidak berprofesi di bidang perniagaan dan memiliki zero experience, menyisihkan waktu sebanyak 3 jam setiap hari adalah sebuah tantang. Itupun bila aku hanya memiliki 1 tujuan. Bila aku memiliki 3 tujuan yang ingin kuraih dalam 10 tahun ke depan, waktu yang harus kusisihkan setiap hari akan menjadi 9 jam. Dan lebih banyak lagi bila aku ingin meraihnya lebih cepat. Bukan main.

Sebagai tambahan, menghabiskan 10.000 jam saja tidak cukup untuk menjamin sebuah keberhasilan. Lihat contoh para peniaga yang kusebut di atas, mulai dari pedagang asongan hingga mompreneur. Mungkin mereka semua sama-sama telah menghabiskan 10.000 jam di bidangnya, bahkan lebih. Namun tidak semua mendapat hasil yang sama. Sebagian lebih sukses daripada sebagian yang lain. Bahkan sebagian kecil meraih hasil yang jauh melampaui sebagian besar lainnya. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Itu adalah pertanyaan yang relevan. Di sebuah buku, saya pernah membaca suatu penelitian yang mengupas tentang para pecatur.Penelitian itu dipimpin oleh Neil Charness, psikolog dari Universitas Negeri Florida. Dia menemukan bahwa walaupan sama-sama telah berlatih selama sekitar 10.000 jam, hanya sebagian saja yang layak menyandang gelar grand master, sedangkan sebagian lainnya hanya mencapai level menengah. Lebih lanjut, pada akhirnya disimpulkan bahwa para grand master berhasil meraih gelar mereka karena pada umumnya mereka menghabiskan waktu 5 kali lipat lebih banyak untuk mempelajari permainan secara serius, daripada hanya sekadar bermain di turnamen saja.

Dengan kata lain, aturan 10.000 jam bukan hanya soal jumlah dan kuantitas, melainkan juga soal mutu dan kualitas. Menjalani 10.000 jam secara asal-asalan jelas tidak akan membantu. Penulis buku yang saya sebut di atas menggunakan istilah “latihan-sengaja”. Dan untuk meraih hasil yang diinginkan, konsep “latihan-sengaja” harus selalu diterapkan dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.

Hubungannya dengan Kesuksesan

Mengapa saya menuliskan “aturan 10.000 jam”? Apa hubungannya dengan kesuksesan? Bagi saya, setidaknya ada 2 alasan. Yang pertama adalah karena sukses didahului oleh mahir. Yang kedua adalah karena sukses membutuhkan waktu.

Mari kita lihat. Semua orang sukses adalah pakar di bidangnya masing-masing. Dokter meraih sukses tentu karena dia ahli di bidangnya. Manager sukses tentu juga karena dia cakap dalam managemen. Pengusaha yang sukses pun berhasil karena dia memahami bidangnya dengan baik. Lebih jauh lagi, semua kesuksesan itu tidak dicapai dalam waktu semalam. Kesuksesan membutuhkan waktu dan proses. Jangan harap kesuksesan dapat diraih dalam waktu singkat. Semakin besar sukses yang ingin diraih, semakin besar waktu dan sumber daya yang harus dikorbankan.

Mungkin ada sejumlah orang yang meraih sukses di usia muda, mungkin bahkan sangat muda. Soal itu, aku percaya hal tersebut bukan sesuatu yang ajaib. Hal itu terjadi semata karena dia sudah mulai merajut kesuksesan amat sangat jauh-jauh hari sebelum hari dia disebut sukses. Tak perlu merasa terlalu takjub, karena saya yakin dia juga menapaki jalan derita yang serupa dengan orang-orang sukses lain. Hal itu seharusnya menjadi motivasi. Bila dia bisa sukses, mengapa saya tidak?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: