Cara Membuat Tulisan yang Mudah Dipahami (Bag. 4)

23 Oct

Saya tidak menyangka akan membuat tulisan ini hingga bagian 4.Tapi ternyata baru-baru ini saya mendapatkan bacaan yang sepertinya agak sulit saya pahami, dan mendadak saya mendapatkan ilham untuk melanjutkan tulisan ini. Maka ditulislah bagian ke-4…

Bacaan yang saya singgung ini memiliki karakteristik yang khas, yaitu begitu banyak menggunakan deskripsi. Sedangkan inti yang dibahas sebenarnya cuma itu-itu saja. Dari sini, saya menarik kesimpulan mungkin penulis yang bersangkutan semacam “memaksakan” agar isi tulisan menjadi lebih banyak. Hasilnya secara kuantitas memang tulisannya mengandung lebih banyak kata dan kalimat, namun secara kualitas kata-kata dan kalimat-kalimat tersebut lebih layak disebut kata-kata dan kalimat-kalimat “sampah”. Tidak memberikan nilai tambah pada tulisan, namun justru jadi nilai minus dan membuat tulisan jadi membosankan untuk dibaca.

Jadi begitulah. Dan dari situ, saya berupaya untuk menarik pelajaran bagi diriku sendiri (dan bagi pembaca, kuharap) agar dapat menghindari perangkap menulis yang satu ini.

1. Hindari mendeskripsikan suatu hal secara berlebihan

Deskripsi adalah hal yang bermanfaat dalam sebuah tulisan, namun tidak jadi bermanfaat bila digunakan terlalu berlebihan. Pembaca tertentu (baca: saya) lebih suka meloncati deskripsi-deskripsi yang berlebihan tersebut untuk langsung mencari poin berikutnya yang sekiranya lebih penting dan menarik untuk dibaca. Bagi saya, deskripsi “sampah” tersebut terasa, sekali lagi, membosankan.

Bagi saya, ada beberapa tulisan yang sepertinya tidak akan terlalu membosankan untuk dibaca. Dari situ, saya merumuskan beberapa langkah berikut agar tulisan jadi lebih menarik…

2. Buat pembaca penasaran. Sajikan fakta dan data yang menggelitik, dan kemas secara menarik

Bisa dikatakan ini adalah salah satu jurus yang ampuh untuk membuat pembaca terus membaca. Pembaca akan terpancing untuk membaca bila merasa penasaran, dan akan terpancing lebih jauh lagi bila mendapatkan fakta yang menarik. 

Fakta dan data bukan semata berfungsi untuk menarik perhatian pembaca saja. Sebuah tulisan yang didukung fakta dan data yang valid memiliki posisi yang kuat, dan semakin memastikan keabsahan kualitas tulisan tersebut.

3. Berikan contoh yang nyata

Ini juga merupakan cara yang jitu. Orang-orang menyukai cerita. Bahkan, memulai tulisan dengan sebuah cerita dikatakan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menggaet pembaca daripada tanpa dimulai dengan cerita. Cobalah untuk memasukkan beberapa contoh yang nyata berupa kisah ke dalam tulisan. 

Terkait hal ini, saya merekomendasikan buku-buku karya Dale Carnegie. Dalam bukunya, Dale Carnegie selalu memasukkan contoh-contoh yang nyata berupa kisah-kisah yang dialaminya. Kisah-kisahnya membuat pembaca terus tertarik untuk membaca. 

4. Tawarkan perspektif yang baru dan berbeda dari biasanya

Hal ini mungkin agak sulit dilakukan. Tapi saya tetap menuliskannya di sini karena saya berkesempatan untuk membaca tulisan yang memberikan sudut pandang yang sama sekali baru. Adalah buku karangan Stephen R. Covey berjudul 7 Habits of Highly Effective People, buku yang kumaksud itu. Buku itu mungkin menawarkan solusi pengembangkan diri seperti buku-buku sejenis pada umumnya, dan mungkin ide-ide di dalamnya juga beberapa dikupas di buku lain. Namun tetap saja, membaca sebuah ide dan sudut pandang yang baru mengundang rasa penasaran. Dan tambahan pula, siapa tahu kita bisa mempelajari sesuatu.

5. Terakhir, bila terpaksa dan tak ada jalan lain…

Yah, sebagai penulis, tentu ada saatnya kita mengalami kebuntuan. Bila semua senjata sudah dikeluarkan, amunisi terakhir yang bisa dipakai adalah memainkan kata-kata. Seperti yang saya tulis di bagian sebelumnya, penggunaan gaya bahasa sanggup menentukan kualitas tulisan. Cobalah untuk memilih-milih kata-kata terbaik yang bisa digunakan.

Yah, inilah bagian ke-4 dari serial cara membuat tulisan yang mudah dipahami. Atau mungkin, bagian ke-4 ini lebih pas disebut sebagai “Cara Membuat Tulisan yang Enak Dibaca”. Tapi seharusnya sama saja, tulisan yang mudah dipahami seharusnya enak dibaca, dan tulisan yang enak dibaca tentu mudah dipahami. Bila ada yang ingin disampaikan, silakan tulis dan kirim di kolom komentar. Terima kasih πŸ™‚ 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: