Tulis Tangan atau Ketik?

9 Oct

Ini adalah persoalaan lain dalam menulis. Mau tulis tangan dulu atau langsung diketik di komputer/laptop/media lain?

Pertama, saya ingin membahas sedikit teori tentang menuangkan gagasan/pemikiran. Dalam menuangkan gagasan, terdapat 3 faktor: pikiran, media, dan hasil. 

“Pikiran” adalah sumber gagasan. Di dalamnya terdapat gagasan yang masih abstrak dan membutuhkan proses agar bisa disampaikan. Sedangkan “hasil” adalah gagasan yang sudah dituangkan dalam bentuk konkrit dan siap disampaikan pada orang lain. “Media” adalah perantara yang menjembatani antara gagasan yang ada dalam pikiran dan hasil sebagai gagasan berbentuk konkrit. 

Kualitas “hasil” yang ada bergantung pada kualitas “pikiran” dan penguasaan “media”. Semakin bagus kualitas pikiran dan penguasaan media, kemungkinan semakin baik pula kualitas hasil akhirnya. Andaikan kualitas pikiran tidak bagus (silakan baca Cara Membuat Tulisan yang Mudah Dipahami Bag. 1, 2, dan 3), hasil yang diharapkan juga tidak akan maksimal walaupun penguasaan medianya baik. Sama juga halnya bila penguasaan media kurang baik, tentu hasilnya juga kurang baik walaupun ada gagasan yang bagus.

Saya yakin pembaca sudah tahu apa yang dimaksud dengan pikiran dan gagasan dalam tulisan ini, tapi bagaimana dengan media dan hasil? Media adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar gagasan abstrak dapat tertuang secara konkrit — entah itu karya tulis, gambar, poster, atau apapun itu — yang disebut sebagai hasil. Kalau begitu, media bisa berupa apapun: pensil, pulpen, kertas, keyboard, mouse, CPU, dan hal-hal semacamnya. Tapi jangan lupa, yang tak kalah penting adalah skill untuk menggunakan semua itu. Oh ya, 1 hal lagi. Semakin banyak hal yang dibutuhkan dalam suatu media, semakin sulit gagasan dapat tertuang.

Sekarang kita ambil contoh menulis di atas kertas. Media apa saja yang dibutuhkan? Alat tulis dan kertas. Soal kemampuan menulis, saya percaya para pembaca sudah bisa baca tulis semua dengan lancar.

Sekarang kita bandingkan dengan mengetik di komputer, apa saja yang diperlukan? Sambungan listrik, CPU, keyboard, mouse, dan software tertentu yang dibutuhkan. Atau mungkin 1 unit laptop. Tambahkan pula skill yang dibutuhkan untuk menguasai semua aspek hardware dan software yang diperlukan. Special mention pada kemampuan untuk mengetik dengan keyboard secara lancar (silakan baca Skill yang Mutlak Dibutuhkan Setiap Blogger).

Sekarang kita lihat keduanya. Untuk menulis di kertas, praktis cuma perlu pulpen dan kertas, yang notabene dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kita. Dengan hanya membutuhkan sedikit benda yang mudah didapat dan tanpa memerlukan skill khusus, menulis di kertas bisa menjadi metode yang sangat mudah digunakan dan sederhana untuk menuang gagasan. Sebagai tambahan, menguraikan ide untuk disusun secara cermat juga lebih mudah. Hal yang bisa menjadi kekurangan adalah mungkin tulisan tangan yang begitu buruk sehingga si penulis jadi malas sendiri untuk melihatnya, dan juga hasil tulisan tangan biasanya tidak langsung siap dipublikasikan karena tetap harus diketik dulu.

Lalu bagaimana dengan mengetik langsung? Mengetik langsung membutuhkan persiapan yang lebih ribet dan skill khusus untuk mengoperasikan segala gadget yang dibutuhkan. Tidak semua orang memiliki akses mudah untuk memakainya setiap saat. Dan bila ada 1 saja komponen yang hilang, situasinya bisa jadi susah (terutama bila hasil yang diharapkan berupa gambar, film, atau hal-hal lain yang lebih rumit). Tapi tidak semuanya buruk juga. Bila anda memiliki tulisan tangan yang jelek, anda tak perlu melihat tulisan tangan anda yang menyedihkan itu. Mengetik langsung juga memudahkan dalam hal melakukan editing, dan pada umumnya siap dipublikasikan begitu selesai.Soal skill, memang dibutuhkan kemampuan khusus untuk mengetik secara cepat dan lancar. Tapi begitu skill itu dkuasai, segala proses mengetik yang lamban itu akan menjadi jauh lebih cepat, mudah, dan menyenangkan.

Lalu mana yang lebih baik? Semuanya tergantung si penulis sendiri. Bila ingin dan harus segera menulis, segera ambil pulpen dan kertas dan mulailah menulis apa saja yang terlintas dalam pikiran. Mungkin bahkan lebih baik bila selalu membawa pulpen dan buku setiap saat untuk segera menuang segala gagasan yang hinggap ke atas kertas. Bila memiliki akses yang relatif mudah terhadap teknologi dan sudah biasa mengoperasikannya, tak perlu merasa repot untuk membuka laptop dan mulai mengetik. Atau tulis draft awal di smartphone sebelum dikembangkan belakangan bila ada waktu luang. 

Saya sendiri menggunakan kedua metode itu. Bila tiba-tiba muncul gagasan, tapi masih belum bisa dipublikasikan dalam waktu dekat, biasanya saya tulis dulu di buku catatan. Namun bila ternyata saya memiliki ide dan ternyata ide itu cukup jelas, saya biasanya segera membuka laptop dan mulai mengetik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: