Catatan Dokter PTT Pekan #057

7 Oct

Saya mendengar bahwa kasus kriminal di kecamatanku mengalami peningkatan. Beberapa pekan yang lalu, pemilik  warung langgananku bertutur bahwa kaos dagangannya dicuri. Dalam jangka waktu yang tidak begitu jauh, rumah dinasku menunjukkan tanda-tanda dibobol orang, walaupun alhamdulillah tampaknya tak ada benda berharga yang hilang. Kemudian yang terbaru, polisi kenalan saya bercerita dia baru saja mengusut kasus upaya pencabulan. Ketika korban sedang tidur, pelaku menyelinap masuk dengan membawa gunting dengan niat melakukan Anda-Tahu-Apa. Pelaku sudah ditangkap dan masalah diselesaikan secara “kekeluargaan”.

Awalnya saya agak enggan percaya bahwa kasus kejahatan di sini meningkat. Sampai saya mendengar cerita terbaru di atas baru-baru ini. Kok bisa? Pikir saya.

Saya mengobrol singkat dengan pak polisi kenalan saya tentang perkembangan ini. Pak polisi ini mengaitkannya dengan pilkada yang akan diadakan beberapa bulan lagi. Hah, kok bisa? Pikir saya lagi. Lalu dia menjelaskan analisisnya. Kemungkinan ada beberapa oknum juru kampanye yang semacam membagi-bagi materi pada masyarakat setempat untuk memilih calon tertentu. Oleh si penerima, hadiah ini digunakan untuk berfoya-foya — terutama minum miras. Mungkin juga karena terlalu sering diberi hadiah, akhirnya penerima ini jadi sulit lepas dari foya-foya. Akhirnya dihalalkanlah segala cara untuk mendapatkan uang, termasuk melakukan tindak kejahatan.

Mungkin terdengar agak dibuat-buat, tapi tidak akan mengejutkan bila memang benar adanya. Isu yang saya dengar adalah wilayah ini termasuk wilayah yang “panas” setiap kali ada kegiatan politik semacam pilkada. Saya tidak bisa menemukan penjelasan lain. Dan melihat kultur masyarakat di sini, penjelasan di atas menjadi sangat masuk akal buat saya.

Sebenarnya, kalau keadaan jadi panas, yang paling enak adalah tiduran di rumah sambil kipas-kipas. Kan enak jadi tidak kepanasan. Tapi jadi tidak enak juga buat dokter kalau akhirnya harus ada pasien gawat darurat karena luka benda tajam atau kasus-kasus lain semacamnya…

Wahai Indonesia, inilah potret dirimu di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: