Apa yang Kudapatkan dari Membaca

1 Sep

Ketika saya mengambil keputusan untuk mengabdi di pelosok hampir setahun yang lalu, saya tahu saya perlu memiliki kegiatan lain yang bisa dilakukan di waktu-waktu kosong. Lantas saya teringat bahwa selama beberapa tahun belakangan ini kegiatan membaca saya sangat rendah. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba memupuk kebiaasan membaca. Hari, minggu, dan bulan berganti, tak terasa 1 tahun akhirnya hampir terlewati. Motivasi kadang tinggi kadang rendah seperti pasang-surut lautan, tapi sudahlah, toh semua itu sudah lewat. Jadi, apa yang sudah kudapatkan selama hampir setahun ini?

Selama hampir setahun berusaha mengembangkan kebiasaan membaca, setidaknya ada 2 hal yang kudapatkan dari banyak membaca:

1. Mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru — bermanfaat

Ini adalah jawaban pertama yang bisa dipikirkan oleh orang-orang yang membaca. Ini memang efek langsung dari membaca, yaitu transfer pengetahuan. Yang sebelumnya tidak tahu, setelah membaca, akhirnya jadi tahu. Yang sebelumnya tidak paham, setelah membaca, akhirnya jadi paham. Pengetahuan adalah salah satu dasar bagi manusia untuk mengambil tindakan-tindakannya dan membentuk kebiasaan-kebiasaannya (di samping kemauan dan kemampuan). Semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, tentu seharusnya semakin baik pula tindakan dan kebiasaannya.

2. Mendapatkan wawasan dan pengetahuan lama — tidak kalah bermanfaat

Ada kalanya saya membaca ide yang sama dari bacaan yang berbeda. Tidak masalah bagi saya, hal semacam itu akan semakin menguatkan ide tersebut dalam benak saya. Saya percaya pada hakikatnya manusia itu pelupa, dan untuk mengatasi hal itu, manusia harus terus-menerus diingatkan. Misalkan saya ingin memperbaiki kemampuan berkomunikasi saya, lantas saya membaca sebuah buku tentang komunikasi efektif. Setelah tamat membaca buku itu, saya termotivasi untuk menerapkannya. Tapi sampai seberapa lamakah motivasi itu bertahan? Seminggu? Sebulan? Saya pikir saya sangat beruntung bila saya sanggup mempertahankan motivasi saya hingga selama 2 bulan, dan kemudian akhirnya kendor lagi. Di sinilah saya menemukan bahwa mengulang dan membaca kembali bisa menambah dan memperpanjang motivasi. Inilah hal yang tidak kalah penting dari mendapatkan pengetahuan dan wawasan lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: