Catatan Dokter PTT Pekan #025

4 Mar

Banemo, 28 Februari 2016

Beberapa hari yang lalu saya dibuat terperanjat oleh kedatangan seorang pasien. Sebut saja ia By. A, karena dia baru berumur 2 bulan dan belum diberi nama oleh ibunya. Seorang bayi perempuan yang mungil dan lucu. Dia memakai topi rajut dan baju warna merah muda yang sangat serasi dengan warna bibirnya yang juga merah muda. Penampakan bayi seperti ini tentu akan mengundang senyuman dari siapa saja yang melihatnya, termasuk dokternya. Sakit apakah kira-kira bayi lucu ini?

“Ini dok, ada bisul-bisul di kepalanya”, jawab ibunya. Yang menjawab adalah seorang perempuan muda, mungkin umurnya masih belum sampai 25 tahun, berkulit sawo matang dan berperawakan sedang, memakai kaos lengan panjang dan rok panjang, dengan kerudung. Ibu muda ini duduk di kursi di samping meja praktek supaya lebih dekat dengan dokternya. Saya lebih suka pengaturan meja-kursi seperti ini, karena kalau pasien duduk di seberang meja, rasanya terlalu jauh dan kurang bisa menjalin keakraban mengingat ada meja yang menghalangi di antara pasien dan dokter.

Dan si ibu melepas topi yang dikenakan bayinya, lalu menghadapkan bagian belakang kepala bayinya pada saya. Apa ini!? Kalau bisul yang umum biasanya cuma sebiji dan diameternya tak lebih dari sesenti, ini bisulnya ada banyak dan diameternya juga masing-masing tak kurang dari 2 senti. Malah ada salah satu yang mungkin diameternya sampai 4 senti. Bisul-bisul ini terletak di bawah rambut kepala, dan sepertinya menyebar juga ke leher belakang. Lalu ketika bajunya dibuka, ternyata memang benar di leher belakang dan punggung atas juga ada bisul-bisulnya, besar-besar pula.

Cutaneous abscess, furuncle, and carbuncle. Itu adalah penyakit dalam ICD 10 dengan kode L02. Cutaneous abscess adalah abses pada kulit, yang lebih populer disebut “bisul”. Sedangkan furuncle dan carbuncle adalah radang pada daerah akar rambut, furuncle bila hanya mengenai 1 helai, carbuncle bila lebih. Ketiga ini memiliki bentuk penampakan yang mirip, mungkin itu sebabnya ketiga penyakit ini dikelompokkan jadi 1 grup. Dan sepertinya ketiga penyakit ini juga menimpa By. A secara sekaligus, tidak tanggung-tanggung.

Penyakit ini sebagian besar terjadi akibat infeksi bakteri kulit yang pada kondisi normal tidak mengganggu. Infeksi baru terjadi ketika sistem pertahanan pada kulit menurun, seperti luka kecil akibat digaruk-garuk. Pada anak kecil, kurangnya kebersihan juga cukup sering menimbulkan penyakit ini, mengingat kekebalan pada anak kecil masih belum matang. Sebenarnya aku tak mau berprasangka pada ibunya, tapi aku tak tahan juga… “Anaknya tak pernah dimandikan ya?”.

“Iya dok, mungkin cuma seminggu sekali”, jawab ibunya dengan sedikit rasa bersalah dalam nada suaranya. Seminggu sekali! Aku sudah menduga ada yang salah dalam menjaga kebersihannya, tapi dimandikan seminggu sekali jelas diluar kewajaran saya sebagai dokter. Akhirnya selain kuberi resep obat, aku juga mengedukasi ibu agar terus menjaga kebersihan bayinya dengan memandikannya secara teratur. Kemudian akhirnya kupulangkan karena besok mau pergi keluar desa, padahal sebenarnya saya lebih suka menginapkannya beberapa hari untuk memastikan kebersihannya terjaga.

Buat para orang tua, jangan lupa memandikan anak-anaknya ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: