Catatan Dokter PTT Pekan #023 Spesial #003

17 Feb

Weda, 17 Februari 2016

Kapan ya terakhir kali upload tulisan tentang “Catatan Dokter PTT”? Catatan terakhir yang ku-upload adalah pekan ke-18. Padahal sekarang sudah pekan ke…23? Ya, sekitar itulah. Sebenarnya ide dan draft awal sudah ada untuk catatan di tiap-tiap pekan. Tapi sekali lagi kemalasan menjadi musuh terbesar. Mungkin ini adalah catatan spesial (padahal sebelumnya sempat bilang tidak buat lagi -_-), tapi karena banyak tulisan yang belum selesai, coba kulihat apa yang bisa kuselesaikan besok, baru kujadwalkan upload-nya…

Mission Objective: Melapor Pajak

Pekan lalu saya ke Ternate untuk menunaikan kewajiban saya sebagai WNI yang baik hati dan tidak sombong. Apa itu? Melakukan pelaporan pajak tahunan. Sebenarnya pemasukan sebagai dokter PTT pusat sudah dipotong dan otomatis sudah masuk pajak, tapi tetap saja harus dilaporkan kan kalau sudah punya NPWP? Jadi aku ke kantor pajak Ternate untuk mengurusnya.

Saat itu hari Jumat pagi aku bisa menyempatkan diri untuk datang ke kantor pajak. Kata teman yang kakaknya pernah melapor pajak saat PTT, katanya tinggal masuk saja, prosesnya mudah. Tapi saat di situ, ternyata aku dimintai tanda bukti potong pajak. Jelas aku tidak punya. Untuk menghindari perdebatan tanpa akhir, akhirnya aku mundur teratur dulu.

Mission Objective: Mencari tanda bukti potong pajak

Lalu dari mana aku mencari “tanda” ini? Staf kantor pajak tadi menyarankan untuk menanyakan pada bagian bendahara yang mengurus pendapatan. Oke, fine. Kebetulan aku sudah punya 2 nomor staf dinkes, yang mengurus gaji dari pusat, yang satu mengurus insenda. Maka ku-SMS beliau berdua. Makan waktu lama juga sih buat dapat jawabannya, tapi singkatnya adalah mereka berdua tak bisa memberi “tanda” -_- . Terus, aku kudu piye?

Staf dinkes kabupaten menyarankan untuk tanya langsung ke pusat. What? Langsung teringat olehku staf yang mendampingiku dan dokter PTT Halmahera Tengah saat pertama kali datang ke Maluku Utara, mungkin beliau bisa bantu? Maka ku-SMS lagi untuk meminta bantuan. Hasilnya adalah silakan hubungi ke nomor yang dikirim olehnya hari Senin. Saat itu hari Sabtu, berarti harus menunggu lagi dalam ketidakpastian -_-

Mission Objective: Mencari tanda bukti potong pajak – Telepon staf pusat

Aku harus memperhitungkan jam teleponku, karena Jakarta dan Ternate berbeda 2 jam. Kalau mau menelepon jam 9 WIB, berarti aku harus menelepon jam 11 WIT. Tapi mungkin jam 9 agak terlalu pagi, jadi aku telepon jam setengah 10 saja. Jam setengah 12 aku telepon ke nomor yang sudah kudapat. Tapi sampai nada sambung habis teleponku tidak diangkat. Ah, mungkin dia sibuk. Nanti biar coba lagi setengah atau 1 jam lagi. Tapi sekitar 15 menit kemudian, ada nomor tak dikenal yang menelepon, 021xxxxxxxx. Wah, ini dari Jakarta…

Sesuai harapan, ternyata orang itulah yang menelepon. Dan akupun curhat padanya *baper* . Awalnya dia bilang tak bisa menerbitkan tanda bukti potong pajak, tapi akhirnya bisa diajak kompromi dan menyanggupi untuk mengirim via e-mail detail pemasukan gaji dari pusat beserta pemotongannya. Yay! That should be enough… Namun ketika kuminta dikirim di hari yang sama, ternyata disuruh tunggu besok. Huff, tunggu lagi…

Kutunggu sampai esoknya (Selasa siang), e-mail penyelamat masih belum masuk inbox/spam. Okay, I give up.

Mission Failed

Tidak sepenuhnya gagal sih. Setidaknya dengan ke kantor pajak setidaknya aku mendapat informasi bahwa mengurus pajaknya bisa secara online dengan menggunakan nomor EFIN, dan punyaku juga sudah dibuatkan. Tujuan adanya tanda bukti potong pajak adalah supaya kita bisa mengisi dengan nominal apa adanya, bukan dikarang. Tapi tetap saja terlalu banyak menunggu, menghabiskan waktu dan sumber daya secara sia-sia, seperti yang kulakukan di pekan ke-5.

End of Mission Report

Advertisements

4 Responses to “Catatan Dokter PTT Pekan #023 Spesial #003”

  1. Septian Rahardi, dr. - PTT Kemenkes Angkatan LXV September 16, 2016 at 2:03 am #

    Gmn pak akhirnya? Saya 2014 lapor SPT di Sumba Barat org kantor pajaknya katanya ud nihilin, kmrn ke kantor pajak pratama sesuai ktp untuk tax amnesty ktny malah sejak awal g aktif.

    • sangarudin September 17, 2016 at 4:46 am #

      Yang sejak awal g aktif apanya, dok? Setelah saya dapat email dari pusat berisi perincian gaji, tunjangan, dan pemotongannya, saya ke ternate lagi untuk mencoba mengurus lagi. Di sana saya dibimbing untuk mengisi form pajak secara online. Dan karena total pendapatan yang diterima masih rendah (gaji baru turun 2 bulan di tahun 2015), akhirnya saya saat itu belum kena wajib pajak. Soal tax amnesty, sampai sekarang saya belum mengurus dok.

  2. Septian Rahardi, dr. - PTT Kemenkes Angkatan LXV September 17, 2016 at 6:34 am #

    Termasuk WP(wajib pajak) yg tdk altif lapor. Jd misal saya tdk lapor SPT, saya bisa terkena sangsi minimal perdata, atau bahkan pidana ec penggelapan pajak smntr sy sudah dipotong lgs dari Kemkes. Ada kontak bagian kemkes yang urusin itu, Mas? gajiroum.kemkes.go.id skrg jg tdk dpt dibuka. Saya telp hotline kmrn2 g diangkat operator biro umum & gaji.

  3. sangarudin September 18, 2016 at 8:08 am #

    Termasuk WP yang tidak aktif lapor? Apa mungkin yang saat lapor tahun 2014 ada kesalahan pengisian ya…? Walaupun memang sudah dipotong, potongan-potongannya juga tetap wajib dilaporkan kan ya? Sepertinya saya masih simpan kontaknya, tapi saya kira sebaiknya saya kirim via PM saja. Ada email?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: