Catatan Dokter PTT Pekan #012

26 Dec

Banemo, 30 November 2015

Selamat siang, para pembaca yang budiman, apa kabar semua? Semoga sehat-sehat saja ya. Kabarku di sini saat ini juga sehat-sehat saja, alhamdulilah. Meskipun entah mengapa jadi semakin sering mengantuk sepanjang hari…

Pekan ini aku anggap sebagai pekannya forensik. Mengapa? Karena dalam 1 pekan ini aku menerima LIMA permintaan visum -____- . Pertama kuterima suratnya hari Senin, saat itu dalam 1 amplop terdapat 4 surat permintaan visum. Dan keempatnya adalah surat permintaan visum untuk korban kecelakaan DUA BULAN YANG LALU -________- (terus, aku kudu piye?). Yang kedua suratnya belum kuterima hingga detik kutulis kata ini, tapi tadi malam aku sudah menerima permintaan secara lisan (tidak cukup untuk menerbitkan visum resmi) untuk membuat visum dari polisi di TKP.

Ada perkara apa gerangan? Ternyata tadi malam ada kasus gantung diri di desa Sibenpopo, desa paling pojok barat di kecamatan Patani Barat. Seorang lelaki berusia 25 tahun, ditemukan gantung diri di rumahnya. Kudengar penyebabnya gantung diri adalah karena himpitan ekonomi. Kabar lain yang kutahu, katanya bunuh dirinya karena kecewa dengan istrinya. Apapun itu, bunuh diri tetap bunuh diri.

Saat menghadapi kasus ini, tetiba aku teringat komik Conan. Di komik itu sering sekali diceritakan korban yang tampak seperti bunuh diri, namun ternyata itu adalah pembunuhan yang disamarkan menjadi seperti bunuh diri. Hmm, sebenarnya saat kecil aku adalah penggemar komik ini karena kreativitasnya. Tapi tak berapa lama akhirnya bosan juga dan berhenti di tengah jalan, karena ceritanya yang menurutku “itu-itu saja” dan sepertinya dipanjang-panjangkan sampai terlalu panjang.

Yah sudahlah, kembali ke kasus. Pokoknya aku harus memeriksa jenazah ini. Mengingat cerita-cerita di komik (ingat komik dulu baru ingat sumpah), aku berusaha melakukan pemeriksaan luar sebaik dan seteliti mungkin. Terdapat cianosis di bibir dan lidah yang terjulur, bekas jeratan tali, lebam mayat, dan kaku mayat. Tak kutemukan bekas-bekas penganiayaan di tubuh. Kesimpulannya, kukira memang bunuh diri.

Tapi aku tetap berkhayal jangan-jangan ini adalah pembunuhan, dan si pembunuh berhasil menyamarkan pembunuhannya dengan sempurna, dan saat ini si pembunuh sedang bebas perkeliaran…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: