Case #009 : Anak dengan Sakit Punggung

23 Dec

Banemo, 14 September 2015, 14:54

Awal pekan kedua pengabdian di Banemo. Seharusnya tadi malam listrik menyala jam 6 petang, tapi ternyata tidak. Walhasil, desa Banemo menjadi gelap gulita. Selepas shalat isya, kerabat salah satu tetangga penghuni rumah dinas (yang juga merupakan perawat) mengajak untuk menginap di rumahnya. Dan aku pun menerimanya. Memang masyarakat di sini baik-baik, semoga aku bisa membalas kebaikan masyarakat di sini.

Jam setengah 2 malam saya dibangunkan oleh perawat yang juga tetangga saya di rumah dinas, pak Masri. “Dok, ada pasien, anak-anak mengeluh sakit di punggung”, katanya. Dalam hati aku bertanya-tanya, sakit apa ya yang sakit di punggung? Berkaca pada pengalaman selama 1 pekan di Banemo, kebanyakan sakit biasanya disebabkan oleh pegal-pegal saja yang sama sekali tidak membahayakan. Dalam hati aku bergumam, tega sekali orang ini membangunkan dokter malam-malam kalau sakitnya hanya pegal linu tanpa kegawatan mengancam nyawa. Tapi toh masyarakat awam memang biasanya tak bisa langsung mengenali mana yang gawat dan mana yang tidak, mungkin saja kali ini ada kegawatan. Dan sebenarnya ketika mereka langsung pergi ke dokter begitu merasa sakit, itu adalah hal yang bagus untuk kesehatan mereka sendiri, karena itu artinya mereka memperhatikan kesehatan mereka dan mempercayai dokter. Tinggal edukasi saja.

Kembali ke topik semula. Aku pun mengiyakan untuk segera pergi melihat kondisi si anak. Tak jauh, hanya beberapa puluh meter saja. Listrik sudah menyala, jadi jalanan tak terlalu gelap. Sampai di rumah, aku dipersilakan masuk, dan aku masuk didampingi pak Masri. Aku pun datang ke tempat si anak tidur, dan apa yang aku lihat di luar dugaanku. Apakah yang aku lihat itu benar?

Anak laki-laki, usia sekitar 5 tahun, perawakan kurus, terbaring membelakangiku, leher dan punggung kaku, melengkung ekstensi. Kubaringkan pada punggungnya, punggungnya tetap melengkung sehingga tanganku masih bisa masuk ke bawah punggungnya. Itu adalah epistotonus, kontraksi otot-otot punggung sehingga punggung melengkung dan kaku. Kulihat wajahnya, tampak otot-otot wajahnya mengalami kontraksi. Risus sardonikus. Saat kuminta untuk membuka mulutnya, si anak tak bisa. Kondisi trismus. Di samping itu semua, otot-otot di seluruh tubuhnya juga kaku: tangan, kaki, perut.

Sekali lihat, aku langsung menduga itu adalah tetanus. Dari anamnesis dengan keluarga, didapatkan keluhan dimulai sejak pagi. Terdapat riwayat trauma, yaitu beberapa hari yang lalu kepala terluka karena terkena kayu. Klop, gejala tetanus dengan riwayat trauma, port d’entre. Aku tak banyak bicara, langsung mengatakan bahwa si anak perlu dirujuk ke rumah sakit.

Tetanus, sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani, sebuah bakteri anaerob batang gram positif. Bakteri ini menghasilkan spora yang bisa tahan selama bertahun-tahun, dan akan menjadi bentuk aktif bila masuk melalui luka. Dalam bentuk aktif, bakteri ini akan menghasilkan toksin yang bernama tetanospasmin yang menyebabkan kekakuan otot.

Tata laksana tetanus meliputi nonmedikamentosa dan medikamentosa. Nonmedikamentosa antara lain perawatan dan pembersihan luka serta isolasi pasien di ruangan gelap. Terapi medikamentosa antara lain suntikan human tetanus imunoglobulin (HTIG) 3000-6000 iu intramuskular, antibiotik (penicillin-procain 1,2 juta unit tiap hari selama 10 hari atau metronidazol 4×500 mg selama 10 hari atau tetrasiklin 2 g/hari selama 10 hari. Dosis tersebut adalah dosis dewasa), antikejang (seperti diazepam dan fenobarbital), dan vitamin B12.

Komplikasi yang paling berbahaya adalah ketika toksin menyerang otot-otot saluran napas. Bila sudah demikian, penderita tak dapat bernapas normal dan bisa menyebabkan kematian akibat gagal napas. Aku berdoa semoga hal itu tak terjadi pada anak itu.

Informasi medis bersumber dari:
Kapita Selekta Kedokteran, edisi IV, tahun 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: