Case #007 : Sepsis

23 Apr

Rabu, 15 april 2015, 18:32.

Sekarang lagi duduk mantengin laptop di ICU. Yap, ini tugas jaga ruangan di rumah sakit shift siang-malam hari ketiga berturut-turut. Kamis lalu menghubungi staff obsgyn, maju pekan depannya (baca: sekarang) untuk maju ilmiah tentang “penggunaan antibiotik pada masa nifas” (Insya Allah tulisan berikutnya membahas topik ini, stay tune). Pekan depan? Tujuh hari membentang, 3 hari terakhir kebagian tugas jaga. Baik, bisa agak santai dan berharap bisa mengerjakan sambil jaga ruangan.

Sebuah mitos yang beredar adalah bila niat jaga digabung dengan niat lain (seperti mengerjakan tugas, atau niat-niat lain yang “aneh”), niscaya jaganya akan menjadi jaga yang… hmm… berat. Aku menolak mitos ini. Ternyata Allah menghendaki bahwa 2 jagaku yang pertama memang menjadi jaga yang berat. Panggilan dari sana-sini, periksa pasien, konsul ke konsulen, tulis resep, edukasi keluarga, barusan kembali ke ICU ada panggilan lagi…

Yah, curhatnya sudah cukup. Dari 2 jaga tersebut ada hal yang menarik. Dari 2 jaga tersebut, aku mendapat kasus yang sama dari pasien yang berbeda. Pasien laki-laki, usia lanjut usia, dengan keluhan tidak sadar. Terdapat panas tinggi, takipnea, dan takikardi. Hasil lab menunjukkan hasil leukositosis. Pada intinya, kondisi yang mengarah ke sepsis. Dan 1 hal lagi, kedua pasien sama-sama sudah lama menjalani rawat inap (lebih dari 5 hari).

Pertama, aku harus paham apa itu sepsis. Pada intinya, sepsis adalah SIRS yang disertai infeksi. Lalu apa itu SIRS? SIRS (systemic inflamatory response syndrome) adalah reaksi radang yang terjadi secara sistemik di seluruh tubuh. Terjadi di seluruh tubuh berarti seluruh sistem tubuh terkena dampaknya: gagal napas pada sistem pernapasan, shock pada sistem sirkulasi, gangguan kesadaran pada sistem saraf, dll.

Diagnosis SIRS yaitu bila terdapat minimal 2 dari kondisi berikut:

  • suhu tubuh >38 atau <36
  • napas >24x/menit
  • nadi >90x/menit
  • hasil lab menunjukkan hitung leukosit >12.000 atau <4.000

Dari mana asal SIRS/sepsis ini? Salah satu textbook menyebutkan bahwa dari semua pasien yang dirawat di RS dengan diagnosis sepsis, 1/3 di antaranya memang dirawat karena sepsis, sementara 2/3 lainnya terjadi pada pasien lainnya. Eits, jangan bilang pasien mengalami sepsis karena kesalahan penanganan di rumah sakit! Peningkatan terjadinya sepsis sering berhubungan dengan penuaan di populasi secara umum, survival rate yang meningkat terhadap penyakit kronis, perawatan yang berkepanjangan di RS, dan juga prosedur medis yang invasif (pemasangan infus, selang kencing, dll). Infeksi memang salah satu komplikasi dari sejumlah tindakan medis dan seharusnya sudah disampaikan oleh dokter/perawat sebelum dilakukan (informed consent).

Tercatat angka kematian pada severe sepsis sekitar 20-35%, sedangkan pada septic shock 40-60%. Kematian itu terjadi pada 30 hari pertama dan selebihnya terjadi dalam waktu 6 bulan. Sebuah angka kematian yang tinggi.

Penutup

Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana harus membuat penutup untuk tulisan ini. Seperti yang saya ungkap di atas, sepsis adalah sebuah kondisi yang sulit dengan angka kematian yang tinggi. Dan berbicara tentang kematian adalah hal yang tidak mudah. Sekarang adalah masa-masa di mana dokter sering menerima stigma negatif dari masyarakat. Yang masyarakat inginkan adalah orang sakit, berobat, langsung sembuh. Kalau tidak, dokternya dituntut. Percayalah bahwa para dokter juga mengharapkan hal yang sama. Perlu dipahami bahwa dokter juga manusia biasa. Dan seperti manusia biasa lainnya, dia bisa berusaha, dan hanya Allah yang menentukan hasilnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: