Case #004.2 : DM dan HT, The Troublesome Pair

13 Feb

Aku sangat suka judul ini, The Troublesome Pair. Nama ini aku dapat dari sebuah game PSP berjudul Monster Hunter Freedom 2. Dalam quest yang berjudul “The Troublesome Pair”, si tokoh utama harus mengalahkan 2 monster yang kuat dan berbahaya sekaligus. *ngelantur

Nama ini sangat cocok menggambarkan kedua penyakit ini karena beberapa sifatnya yang mirip, walaupun mekanismenya jelas berbeda. Dan entah mengapa, kedua penyakit ini sering hadir bersama-sama. Tentu saja ada banyak penyakit lain yang mungkin menyertai sebuah penyakit, tapi aku memutuskan untuk mengambil kedua penyakit ini. Kedua penyakit ini adalah penyakit degeneratif, penyakit yang sering menyerang orang tua. Kedua penyakit ini jarang menimbulkan gejala yang spesifik sehingga sering diabaikan penderitanya. Kedua penyakit ini membutuhkan pengobatan seumur hidup. Dan terakhir, kedua penyakit ini berbahaya bila tidak dikendalikan.

DM adalah singkatan dari diabetes mellitus, sebuah penyakit yang berkaitan dengan metabolisme glukosa dalam tubuh. Istilah awamnya adalah kencing manis. Umumnya ada 2 tipe: tipe I dan tipe II. DM yang dibicarakan di sini adalah DM tipe II (DM tipe I tidak dibicarakan di sini, mungkin lain waktu). Pada DM tipe II, kadar gula darah lebih tinggi daripada normal. Hal ini terjadi karena berkurangnya kemampuan sel-sel tubuh untuk menyerap gula dalam darah. Peningkatan kadar gula dalam darah ini bersifat merusak tubuh, terutama pembuluh darah. Bisa pembuluh darah kecil (mikrovaskuler), bisa pembuluh darah besar (makrovaskuler). Kerusakan mikrovaskuler misalnya pada saraf-saraf perifer (seperti terasa kesemutan/tebal di ujung-ujung jari), mata (kerusakan retina karena DM atau diabetik retinopati), dan ginjal. Kerusakan makrovaskuler misalnya pada koroner jantung dan pembuluh darah otak.

HT adalah singkatan dari hipertensi, atau darah tinggi. Menurut salah satu referensi, sebagian besar HT memiliki sebab yang tidak diketahui (idiopatik). Sebab lain misalnya penyakit/keganasan ginjal, penggunaan obat tertentu (kontrasespsi, kortikosteroid), atau sebab lain. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, HT sangat jarang menimbulkan keluhan. Mungkin hanya sakit kepala saja. Namun bila dibiarkan terlalu tinggi dan/atau terlalu lama, banyak organ yang bisa menjadi sasarannya, istilahnya target organ. Apa sajakah target-target organ tersebut? Jantung dan paru-paru adalah yang paling dekat. Contoh lain seperti otak (stroke perdarahan), mata, dan ginjal.

Kedua penyakit ini memang merepotkan. Untungnya, kedua penyakit ini bisa dikendalikan. Dalam pengobatan, selalu ada 2 jenis pengobatan: non-medikamentosa (tanpa obat) dan medikamentosa (dengan obat). Pada kedua penyakit ini, pengobatan non-medikamentosa harus selalu dilakukan pertama. Hal apa yang bisa dilakukan? Salah satu hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan berusaha menurunkan berat badan. Terutama pada pasien obesitas dan berat badan lebih, penurunan berat badan bisa mengurangi resiko penyulit pada DM dan HT. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan rutin melakukan olah raga. Cobalah melakukan olah raga rutin, paling tidak seminggu 3-4x. Syukur-syukur bila bisa setiap hari. Tak perlu yang terlalu berat, sekadar lari-lari kecil atau jalan cepat selama 30 menit sudah cukup, yang penting rutin. Pola makan juga mulai diatur. Kurangi asupan garam pada HT dan kurangi asupan glukosa (misal: gula, nasi, singkong, ubi, kentang, dll) pada DM. Kurangi juga konsumsi lemak dan kolesterol.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: