Perjalanan ke Ngawi

5 Jun

Dan hari yang ditentukan itu pun tiba. Setelah beberapa bulan terkatung-katung tanpa kejelasan, akhirnya diputuskan bahwa aku dan 14 temanku akan menjalani internship di Ngawi. Haha, tapi dasar aku buta peta, awalnya aku tidak tahu di mana Ngawi itu. Belakangan baru aku tahu bahwa ternyata letaknya nun jauh di pojok barat provinsi Jawa Timur, dekat Jawa Tengah.

Sebenarnya program internship awalnya dimulai tanggal 2 Juni 2014 (tanggal di mana tulisan ini mulai aku buat). Tapi kemudian Dinkesprov memundurkan jadi tanggal 4 Juni. Konon, alasannya adalah kemungkinan tanggal 1-3 para pengurus Dinkes di masing-masing wahana internship akan menjalani rapat koordinasi, jadi kemungkinan tak bisa memberikan pengarahan pada para dokter baru.

Akhirnya kuputuskan untuk berangkat hari ini. Rencana berangkat pagi sekitar jam 9-10. Oke, packing sudah, motor dan tas serta barang lain siap diangkut kereta. Tapi kemudian aku diminta tolong untuk pergi ke bank, “Din, nanti sebelum berangkat bisa ke bank kan? Minta tolong transfer uang ya”. Hehe, sebagai adik yang baik, aku pun mengiyakan, selain karena aku memang punya keperluan ke bank (padahal bank yang berbeda). Aku pikir kalau berangkat pagi, bank tak akan rame. Ternyata oh ternyata…. Ketika ambil nomor antrean, nomor berapa yang kudapat? 18. Nomor yang sedang dilayani? 2. Jadi ada 16 orang di antara aku dan teller bank. Hufft. Sementara duduk manis, datang bala bantuan berupa 1 orang teller lagi, jadi sekarang ada 2 petugas di belakang meja. Syukurlah, jadi tak perlu menunggu terlalu lama. Tapi aku tetap heran, apa memang tiap pagi mesti rame, atau cuma saat awal bulan saja?

Yah, sudahlah, akhirnya jadi telat juga. Selain karena bank yang rame, aku sendiri juga harus membeli beberapa barang lain sebelum berangkat. Ternyata kalau mau packing harus disiapkan jauh-jauh hari ya.

Info yang kudapat dari teman di Ngawi adalah bus dari Surabaya jurusan Solo bisa lewat Ngawi. Harga tiketnya mendekati 50.000 untuk bus Eka, sekitar setengahnya untuk yang ekonomi. Maka kusiapkan uang 50.000 di saku celana kiri dan 20.000 di saku celana kanan. Sampai di terminal Bungurasih, aku dicegat dan ditanyai, “Mau ke mana mas?”. Aku jawab ke Ngawi, dan akupun diantar ke sebuah bus yang tidak kuketahui bus apa itu. Yang bisa kukatakan, bus itu ber-AC, sepi penumpang, dan SANGAT CEPAT! Bus itu melaju seakan-akan sedang berjalan di jalan 1 arah nyaris tanpa mempedulikan hadangan dan rintangan di depannya. Dan 1 lagi, harga tiketnya ternyata 15.000 saja. Hmm, begitu menjajak tanah Ngawi, hal pertama yang kupikirkan adalah, “Alhamdulillah”. Selain karena mendarat dengan selamat menggunakan bus yang cepat dan nyaman dengan tarif lebih murah dari perkiraan, aku mendapat kesempatan melihat indahnya sawah dan ladang serta pemandangan di samping kanan-kiri jalan di bawah indahnya sinar matahari sore.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: